Pages

Deman Berdarah di Indonesia

Rabu, 18 Maret 2020



Demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam Indonesia, terutama saat memasuki musim hujan. Wilayah DKI Jakarta bahkan dinyatakan memasuki fase waspada DBD selama Januari hingga Maret 2019.

Sejak pertama kali ditemukan pada 1968, jumlah kasus DBD terus meningkat. Beberapa tahun belakangan, situasi DBD di Indonesia cenderung fluktuatif.



DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan umumnya menyerang pada usia anak-anak kurang dari 15 tahun dan juga dapat terjadi pada orang dewasa. Wilayah Indonesia yang beriklim tropis menjadi tempat yang disenangi nyamuk untuk berkembang biak.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia merupakan negara kedua dengan kasus DBD terbesar di antara 30 negara wilayah endemis.

Berdasarkan data terbaru dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik mengenai situasi DBD di Indonesia, jumlah kasus DBD mengalami fluktuasi.

Pada 2014, jumlah kasus DBD di 34 provinsi mencapai 100.347. Setahun berselang, angka itu meningkat menjadi 126.675 kasus pada 2015.

Pada 2016, jumlah kasus DBD kembali melonjak menjadi 204.171 kasus. Namun, pada 2017 jumlah itu menurun signifikan menjadi 68.407 kasus.

Pada 2017, jumlah kasus tertinggi terjadi di tiga provinsi Pulau Jawa dengan masing-masing Jawa Barat sebanyak 10.016 kasus, Jawa Timur 7.838 kasus, dan Jawa Tengah 7.400 kasus. Jumlah kasus terendah terjadi di Provinsi Maluku Utara dengan 37 kasus.

Jumlah kematian akibat DBD pada 2017 juga menurun signifikan menjadi 493 kematian dari sebelumnya 1.598 kematian.

Dalam 10 tahun terakhir, angka kesakitan juga mengalami fluktuasi. Dari 2008 hingga 2010 cenderung tinggi rata-rata di angka 60 per 100 ribu penduduk, lalu mengalami penurunan drastis pada 2011 sebanyak 27,67 per 100 ribu penduduk.

Setelah itu, kecenderungan tren meningkat sampai 2016 menjadi 78,85 per 100 ribu penduduk dan kembali turun pada 2017 menjadi 26,12 per 100 ribu penduduk. 



Sejak  awal Januari 2019 kasus DBD yang terjadi di Indonesia berdasarkan data Kementrian Kesehatan, jumlah penderita DBD Indonesia mencapai 13.683 dari Indonesia Barat hingga Indonesia Timur

Kementrian Kesehatan nebcatat jumlah kasus demam berdarah dangue (DBD) di Indonesia telah menelan 100 korban meninggal dari total 16.099 kasu dalam periode Januari sampai Maret 2020.


untuk menekan angka itu, Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya melakukan sejumlah langkah prefentif, antara lain pemberantasan sarang nyamuk, baik di rumah, sekolah, tempat umum maupun rumah ibadah. pemerintah juga akan mengambil langkah untuk memastikan logistik untuk tes DBD mencukupi seperti persediaan abate, insektisida serta larvasida. 

Salah satu daerah dengan jumlah kasus terbanyak adalah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Di sana sudah ditemukan 1.190 kasus DBD dengan jumlah meninggal 13 orang.

Pemerintah juga terus melakukan upaya pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pengendalian secara lingkungan melalui program 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur tempat nyamuk bertelur. U
ntuk melihat info DBD 2017 dapat klik di sini




Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190122103351-255-362707/situasi-demam-berdarah-di-indonesia-naik-turun


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS