Pages

Riskesdas 2018: Hampir Separuh Bumil Indonesia Alami Anemia

Kamis, 05 Maret 2020


Berdasarkan data yang dirilis oleh Riskesdas persentase ibu hamil yang mengalami anemia meningkat dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 37,1 persen. Dari data tahun 2018, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak pada usia 15-24 tahun sebesar 84,6 persen, usia 25-34 tahun sebesar 33,7 persen, usia 35-44 tahun sebesar 33,6 persen, dan usia 45-54 tahun sebesar 24 persen.

Sementara data perempuan usia subur yang mengalami kekurangan energi kronis justru menunjukkan tren positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Proporsi risiko kurang energi kronis pada perempuan usia subur menurun dibandingkan tahun 2013, yaitu 24,2 persen pada perempuan usia subur yang hamil di 2013 menjadi 17,3 persen di 2018. Selain itu untuk perempuan usia subur tidak hamil 20,8 persen di 2013 menurun jadi 14,5 persen pada 2018.

Prevalensi anemia dan risiko kurang energi kronis ada perempuan usia subur tersebut sangat mempengaruhi kondisi kesehatan anak pada saat dilahirkan. Kedua hal tersebut termasuk beberapa hal yang berpotensi membuat terjadinya kekerdilan ada anak dilihat dari berat dan tinggi badan saat lahir.

Proporsi berat badan bayi  lahir secara ideal ialah tidak kurang dari 2500 gram dan tinggi tidak kurang dari 48 cm.

Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi bayi yang lahir dengan berat badan bawah 2500 gram pada anak umur 0-59 bulan mencapai 6,2 persen. Angka tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang ditargetkan turun sampai 8 persen.
Namun perlu diketahui angka 6,2 persen tersebut didapat dari 56,6 persen bayi usia 0-59 bulan yang memiliki buku catatan Kesehatan Ibu Anak (KIA).

Data Riskesdas 2018 juga menunjukkan bayi dengan proporsi berat badan lahir antara 2500-3999 gram sudah mencaai 90,1 persen.

Sementara itu data lahir dengan tinggi badan di bawah ideal, yakni bawah 48 cm, sedikit meningkat dibanding lima tahun lalu, yaitu 20,2 Persen Pada 2013, meningkat menjadi 22,7 persen ada 2018. Jika menurun lagi ada masa pertumbuhan anak sejak baru lahir hingga usia lima tahun, angka kekerdilan atau status gizi sangat pendek dan pendek turun dari 37,2 persen di 2013, menjadi 30,8 persen pada 2018. Untuk melihat Hasil Utama Riskesdas 2018 lebih lanjut dapat diklik di sini.

Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/764584/hampir-separuh-ibu-hamil-di-indonesia-alami-anemia
https://www.cendananews.com/2018/11/riskesdas-2018-hampir-separuh-bumil-indonesia-alami-anemia.html

Suci Ramadhani (1911212052)
Mata Kuliah : Pengenalan Aplikasi Komputer
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS